Keberangkatan
Perjalanan panjang ini kami buka dengan riuh teriakan dan pekikan rombongan yang tak kuasa menahan semua hasrat dan melepaskannya. Entah penumpang bagian belakang yang kepanansan karena Ac mobil tak jua sampai ke belakang, atau pekikan penumpang bagian tengah_termasuk aku_ yang kembali tertimbun barang bawaan yang kebanyakan atau karena terlalu pagal berjam-jam duduk dalam posisi yang sama. Semuanya berbalut senyum dan tawa lepas dalam keramahan keluarga bahagia yang ikhlas mememani sang keponakan untuk menjemput mimpi dan melepas kangen dengan sang pilihan hati yang jauh di negeri entah berantah. Ini menarik karena setiap orang harus berimpitan, beradu pinggang dan bersaing dengan dengan barang bawaan masing-masing serta oleh-oleh, demi mendapatkan tempat nyaman dalam perjalanan. Karena dalam ruang mobil Suzuki APV yang sempit ini harus diisi 7 orang dewasa dan 3 remaja belum termasuk barang.
Mungkin hanya dengan kekuatan misterius kiriman nenek moyang yang bisa membuat kami bertahan. Ini baru petualangan.
Pukul 14.10 WIB mobil melaju meninggalkan deru bersama kumpulan tetangga yang melepas kami dengan doa. Bagi tetangga kami sekompleks, kepergian kami adalah suatu kebanggaan. Rekor pertama yang menyenangkan karena sejauh ini kamilah keluarga jawa pertama yang akan menyebrangi selat sunda dan menginjakan kaki di pulau entah berantah, Sumatra.
Sebelum kepergian kami, mereka bahkan sempat mengumumkan keberangkatan yang mengagumkann ini dalam rapat Rt dan mengadakan doa bersama, tindakan yang membuat kami tersenyum nyengir dan nyinyir. Bahkan sebelum kami larang nyaris kepergian kami ini akan disiarkan melalui pengeras suara masjid oleh marbot hingga terdengar ke seluruh kompleks. Sungguh jiwa katrok di area modern. Tapi aku menikmatinya. Menyenangkan juga ketika merasakan tatapan kaguum dari mata mata polos bertubuh dewasa seperti dirasakan artis. Hahaahhaha…
25/02/10